Atasi Kenaikan Harga Pangan, Pemprov Gorontalo Gelar Pasar Murah
Maret 28, 2026
Kabupaten Gorontalo – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo menggelar pasar murah di halaman Masjid Al-Muttaqin, Desa Yosonegoro, Kecamatan Limboto, Kamis (26/3/2026).
Program yang menyediakan 1.000 paket sembako bersubsidi itu, mendapat sambutan antusias dari warga yang terbebani oleh kenaikan harga sejumlah komoditas pangan di pasaran.
Kegiatan yang berlangsung tertib tersebut menghadirkan tujuh komoditas kebutuhan pokok dengan harga jauh di bawah pasaran. Masyarakat dapat membeli beras 5 kg seharga Rp25.000, minyak goreng Rp10.000 per liter, cabai rawit Rp10.000 per 0,25 kg, bawang merah Rp10.000 per 0,5 kg, gula pasir Rp10.000 per kg, telur Rp10.000 per 10 butir, serta ayam pedaging Rp20.000 per ekor.
Salah seorang warga, Dewi, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Sebagai ibu rumah tangga, ia merasakan langsung dampak signifikan dari selisih harga yang ditawarkan dibandingkan dengan harga di pasar tradisional.
“Semua kebutuhan seperti beras, telur, dan minyak goreng ada di sini dan harganya jauh lebih murah dibanding pasar, sangat membantu kami,” ujar Dewi saat ditemui usai berbelanja.
Dewi menyatakan, dalam beberapa waktu terakhir, harga bahan pokok seperti cabai (rica), bawang merah, dan minyak goreng mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Menurutnya, kehadiran pasar murah menjadi solusi nyata untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah tekanan inflasi.
“Yang naik itu rica, bawang merah, sama minyak goreng, jadi pasar murah ini sangat meringankan kebutuhan sehari-hari,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemprov Gorontalo, atas program subsidi yang dirasakan langsung manfaatnya.
Dewi berharap, kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan komoditas yang lebih lengkap, terutama bawang putih yang menjadi kebutuhan penting dapur rumah tangga.
Antusiasme serupa juga ditunjukkan oleh seorang pekerja mebel, Didi, yang turut berbelanja bersama keluarganya.
Ia menilai, selisih harga yang cukup jauh antara pasar murah dan harga pasaran memberikan dampak positif terhadap pengeluaran rumah tangganya.
“Perbedaannya jauh sekali dengan harga di pasar, kami sangat terbantu dan berharap kegiatan seperti ini terus ada ke depannya,” ungkap Didi.
Pantauan di lokasi menunjukkan pelaksanaan pasar murah berlangsung tertib.
