Turun Gunung Temui Kapolda & Dirlantas, Elite JKOC Siap Jadi Pelopor Keselamatan Jalan Raya
Oktober 21, 2026
Makassar — Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan tak hanya menerima kunjungan dari asosiasi bisnis, tetapi juga menjadi saksi sinergi kuat dari komunitas otomotif kelas atas. Barisan elite JK Owners Celebes (JKOC), komunitas pemilik Jeep Rubicon paling bergengsi di Indonesia Timur, turut hadir merajut kolaborasi dengan kepolisian.
Kehadiran JKOC tak lepas dari sosok H. Badris Salam, yang selain menjabat Ketua REI Sulsel, juga memegang tongkat komando sebagai Ketua Umum JKOC. Mengawal HBS dalam lawatan penting tersebut, tampak hadir Sekjen JKOC, Randy, beserta figur-figur sentral komunitas otomotif lainnya seperti H. Iwan, Esta Gemilang, Imran YP, dan Edo.
Di hadapan Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Muhammad Awal Chairuddin, serta Dirlantas Kombes Pol. Pria Budi dan Wadirlantas AKBP Erwin, JKOC menegaskan posisinya. Mereka bukan sekadar komunitas pamer mobil mewah, melainkan organisasi brotherhood yang siap mengabdi untuk masyarakat.
Titik temu sinergi ini terjadi saat Kapolda membahas pelik permasalahan jalanan, khususnya maraknya aksi balap liar dan perilaku tidak tertib lalu lintas yang didominasi oleh anak muda.
Kehadiran Dirlantas Kombes Pol. Pria Budi dalam forum tersebut kian menguatkan sinyalemen bahwa polisi membutuhkan mitra strategis dari kalangan 'orang jalanan' yang positif. Sebagai komunitas otomotif, JKOC diminta untuk ikut menjadi role model (teladan) sekaligus pelopor keselamatan berlalu lintas di jalan raya.
"Kapolda meminta masukan dan usulan program kegiatan positif dari komunitas untuk merangkul serta mengarahkan energi para pemuda ke hal-hal yang jauh lebih produktif," ungkap salah satu pengurus yang hadir.
Dengan jejaring yang luas dan fasilitas yang memadai, JKOC berpotensi besar untuk menggandeng Direktorat Lalu Lintas Polda Sulsel dalam mengampanyekan safety driving (keselamatan berkendara). Melalui sinergi lintas batas ini, aspal jalanan Sulawesi Selatan diharapkan tak lagi menjadi arena taruhan nyawa para pemuda, melainkan jalur aman penggerak roda ekonomi daerah.
