HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Tantangan Terbuka Bupati IBAS: Minta Bos REI Sulsel Badris Salam Bangun Perumahan di Lutim

 



Malili — Panggung pelantikan pengurus cabang Indonesia Off-Road Federation (IOF) Luwu Timur di Lapangan Malili akhir pekan ini rupanya tak sekadar menjadi ajang silaturahmi para penikmat jalur berlumpur. Di tengah deru mesin 4x4, sebuah lobi investasi properti yang agresif dan bernilai strategis justru terjadi.

Pemeran utamanya adalah Bupati Luwu Timur, Irwan Bahri Syam (IBAS). Di hadapan ribuan pasang mata, IBAS secara terang-terangan melemparkan 'tantangan' kepada Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan, H. Badris Salam (HBS), yang kebetulan hadir dalam kapasitasnya sebagai elite IOF Sulsel.

Tantangannya jelas: IBAS meminta bos properti tersebut untuk segera turun gunung dan membangun kawasan perumahan bersubsidi di Kabupaten Luwu Timur.

Menanti Sang 'Pengembang Terbaik'

Bagi Bupati IBAS, Luwu Timur saat ini tengah membuka karpet merah selebar-lebarnya bagi para pengembang yang ingin berinvestasi. Namun, ia secara khusus menargetkan Badris Salam karena rekam jejak mentereng pengusaha tersebut di kancah properti regional.

"Saya ini bukan pertama kali bertemu dengan Pak Haji Badris. Bahkan, memang saya sudah lama menunggu Pak Badris datang ke Malili. Apalagi beliau ini telah mendapat penghargaan dari pemerintah selaku pengembang terbaik di Sulsel," ungkap IBAS blak-blakan dalam sambutannya.

Momen tersebut terasa kian istimewa, mengingat dalam perhelatan akbar itu, IBAS juga secara resmi dilantik sebagai Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) IOF Luwu Timur oleh Ketua Pengprov IOF Sulsel, Adi Rasyid Ali.

Jawaban Taktis Bos REI Sulsel

Mendapat tantangan investasi secara terbuka dari kepala daerah, Badris Salam yang dikenal sebagai eksekutor ulung ini tak tinggal diam. Ia merespons positif tawaran tersebut dengan langkah taktis yang sudah dipersiapkannya.

Insting bisnis mantan kuli bangunan yang kini merajai imperium properti Bumi Pundi Karsa ini terbukti sangat tajam. Menyadari potensi pasar di Luwu Timur, HBS ternyata sudah membawa serta 'pasukan tempur'-nya dari wilayah utara.


"Makanya dalam kegiatan IOF ini, saya juga sengaja mengajak Ketua Korwil REI Luwu Raya beserta anggota lainnya untuk ikut merapat ke Malili. Insyaallah, kami berterima kasih kepada Pak Bupati atas sambutannya, dan kami akan segera bergerak," tegas HBS menjawab tantangan tersebut.

Berburu Lahan dan Kunci Legalitas

Sebagai pengembang yang telah kenyang makan asam garam, HBS memastikan bahwa ekspansi ke Bumi Batara Guru ini tidak akan dilakukan secara serampangan.

Langkah pertama yang akan segera dieksekusi oleh tim REI Sulsel dan Korwil Luwu Raya adalah land clearing dalam konteks legalitas. Badris menyebut, kunci utama dari proyek ini adalah mencari lahan yang strategis dan memastikan kejelasan status hukumnya.

"Langkah awalnya adalah mencari lahan, kemudian menentukan fungsi lahannya, alas hak, serta status kepemilikan lahan tersebut," papar Badris merinci strategi teknisnya.

Guna memuluskan rencana mega-proyek hunian MBR (Masyarakat Berpenghasilan Rendah) ini, pihak REI akan langsung bergerak maraton berkoordinasi dengan seluruh stakeholder terkait, mencakup instansi Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Timur hingga Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Pertemuan tak sengaja di lintasan off-road Malili ini kini siap bermuara pada kesepakatan aspal dan beton perumahan. Jika sinergi ini berjalan mulus, tantangan Bupati IBAS tak hanya akan terjawab, tetapi juga membuka akses jutaan harapan bagi warga Luwu Timur untuk segera memiliki hunian layak dan terjangkau.