Selamatkan Panen Musim Kemarau, DKPP Lumajang Salurkan Bantuan Obat hingga Pupuk untuk Petani
Lumajang - Ancaman gagal panen akibat musim kemarau kini menjadi fokus utama Pemerintah Kabupaten Lumajang. Merespons kondisi cuaca ekstrem yang membayangi sektor pertanian, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Lumajang langsung turun tangan memfasilitasi penyaluran logistik krusial bagi kelompok tani hortikultura.
Langkah strategis ini dieksekusi agar para petani tidak berjuang sendirian dalam mengendalikan hama maupun menjaga stabilitas nutrisi tanaman di tengah cuaca panas. Kepala Bidang Hortikultura DKPP Kabupaten Lumajang, Hendra Suwandaru, memastikan pihaknya siap menyuplai kebutuhan sarana pertanian, asalkan kelompok tani mengajukan permohonan resmi sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
Rincian Bantuan Sarana Pertanian DKPP Lumajang:
Pestisida Nabati & Obat-obatan: Diarahkan khusus untuk membentengi tanaman dari serangan hama dan penyakit yang rentan meledak saat suhu udara meningkat.
Asam Humat & Pupuk NPK: Disalurkan untuk memperbaiki struktur tanah dan menjamin asupan nutrisi budidaya tetap terpenuhi meski pasokan air menyusut.
Fokus Pemantauan Komoditas Hortikultura:
Cabai Rawit & Cabai Merah Besar: Menjadi prioritas pengawasan ekstra karena karakteristiknya yang sensitif dan membutuhkan pengelolaan cermat selama musim kemarau.
Kentang: Terpantau masih dalam kondisi aman dan stabil dari dampak parah cuaca panas, namun pasokan nutrisinya tetap dijaga ketat.
Hendra menegaskan intervensi pemerintah daerah tidak akan berhenti pada sekadar pembagian sarana fisik. Jika eskalasi gangguan budidaya di suatu kawasan dinilai kritis, DKPP siap mengerahkan personel untuk mengeksekusi gerakan pengendalian secara massal.
"Sepanjang sesuai SOP, kelompok tani mengajukan melalui kelompoknya, nanti kami fasilitasi. Termasuk kalau diperlukan gerakan pengendalian secara massal," tegas Hendra, Senin (14/9).
Skema intervensi terkoordinasi dari hulu ke hilir ini dirancang untuk memangkas risiko kerugian di tingkat akar rumput. Dengan pendampingan teknis dan jaminan logistik dari Pemkab Lumajang, beban operasional petani dalam mempertahankan produktivitas hortikultura di musim kemarau diharapkan dapat ditekan secara signifikan.
