Emas Asian Games 2026 Rahmat Erwin untuk Keluarga dan Indonesia
September 29, 2026
Nagoya – Medali emas Asian Games Aichi-Nagoya 2026 memiliki makna khusus bagi lifter putra Indonesia Rahmat Erwin Abdullah. Di balik prestasi dan dua rekor dunia yang dicatatnya, ada sosok anak dan istri yang menjadi bagian dari semangatnya bertanding.
Rahmat Erwin meraih medali emas nomor 75 kilogram putra di Nagoya City Trade and Industry Center, Jepang, Sabtu (26/9/2026). Ia mencatat total angkatan 366 kilogram sekaligus memecahkan rekor dunia pada total angkatan dan clean and jerk.
“Yang ini beda sih ya, karena ini sekarang event terbesar ya. Karena terakhir kan SEA Games, nah sekarang Asian Games,” ujar Rahmat seusai pertandingan.
Bagi lifter berusia 25 tahun tersebut, Asian Games kali ini menghadirkan pengalaman berbeda dibandingkan sejumlah kejuaraan multievent yang pernah diikutinya.
Perbedaan itu bukan hanya karena level kompetisi. Kehadiran keluarga kecilnya menjadi sumber motivasi tersendiri bagi Rahmat dalam menjalani pertandingan.
“Bedanya sama yang dulu-dulu, sekarang sudah ada yang dukung si kecil begitu, jadi berbeda,” katanya.
Dukungan tersebut kemudian ia bawa ke arena pertandingan. Setelah menyelesaikan seluruh angkatan dan memastikan emas, Rahmat tidak hanya membawa pulang medali untuk dirinya sendiri, tetapi juga mempersembahkannya kepada orang-orang yang selama ini mendukung perjalanan kariernya.
“Dipersembahkan untuk anak, sama istri, sama orang tua di rumah, dan juga masyarakat Indonesia,” tutur Rahmat.
Dua Rekor Dunia
Prestasi Rahmat semakin lengkap karena emas tersebut diraih bersamaan dengan dua rekor dunia.
Pada nomor 75 kilogram putra, Rahmat mencatat angkatan snatch 160 kilogram dan clean and jerk 206 kilogram. Total angkatannya mencapai 366 kilogram.
Catatan tersebut menempatkannya di posisi teratas, disusul lifter Thailand Weeraphon Wichuma dengan total angkatan 365 kilogram.
Weeraphon mencatat snatch 160 kilogram dan clean and jerk 205 kilogram sehingga mengoleksi medali perak.
Sementara itu, medali perunggu menjadi milik lifter Korea Utara Chong Song Ri dengan total angkatan 357 kilogram. Ia membukukan snatch 162 kilogram dan clean and jerk 195 kilogram.
Selisih satu kilogram dengan pesaing terdekat menunjukkan ketatnya persaingan pada nomor tersebut. Rahmat mampu mempertahankan posisinya hingga angkatan terakhir sekaligus mencatatkan pencapaian baru.
Dari Perjuangan ke Podium
Bagi Rahmat, podium Asian Games bukan sekadar tempat menerima medali. Panggung tersebut menjadi ruang untuk menunjukkan hasil dari persiapan panjang seorang atlet.
Di balik satu penampilan di arena, terdapat latihan berulang, disiplin menjaga kondisi fisik, strategi pertandingan, serta dukungan dari pelatih dan tim pendamping.
Kini, dukungan itu juga datang dari keluarga kecil yang menjadi bagian penting dalam kehidupannya.
Kehadiran anak dan istri memberikan makna baru bagi Rahmat ketika menjalani kompetisi. Jika sebelumnya perjuangan di arena lebih banyak ia rasakan sebagai bagian dari perjalanan karier atlet, kini ada orang-orang terdekat yang ikut menjadi alasan untuk memberikan penampilan terbaik.
Medali emas Asian Games 2026 akhirnya menjadi buah dari perjuangan tersebut.
Bersamaan dengan dua rekor dunia, Rahmat membawa pulang pencapaian yang akan menjadi bagian dari perjalanan olahraga Indonesia di Aichi-Nagoya.
Namun, bagi Rahmat, nilai emas tersebut tidak berhenti pada angka 366 kilogram atau dua rekor dunia.
Ada anak, istri, orang tua, dan masyarakat Indonesia yang ia sebut sebagai pihak yang menerima persembahan dari perjuangannya.
Dari arena angkat besi di Nagoya, sebuah medali emas kemudian berubah menjadi cerita tentang keluarga, perjuangan, dan kebanggaan membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia.
