Doa dari Makkah! Bos Gapeksindo Sulsel Dukung Badris Salam Pimpin REI
September 15, 2026
MAKASSAR — Laju Haji Badris Salam menuju kursi Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Sulawesi Selatan kian tak terbendung. Kali ini, angin segar dukungan bertiup lintas benua, langsung dari Tanah Suci Makkah.
Dukungan strategis tersebut datang dari Ketua Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (Gapeksindo) Sulsel, Amirullah Nur Saenong. Pernyataan sikap ini menjadi sinyal kuat menyatunya dua kutub industri penyangga infrastruktur—properti dan konstruksi—jelang Musyawarah Daerah (Musda) XV DPD REI Sulsel pada Oktober 2026 mendatang.
"Dari Tanah Suci Makkah, kita dukung dan doakan saudara Haji Badris Salam mencalonkan diri serta terpilih sebagai Ketua REI Sulsel," ungkap Amirullah Nur pada Minggu (13/9/2026).
Simbiosis Mutualisme: Mengapa Kontraktor Peduli Pemilihan Bos Properti?
Masuknya Gapeksindo ke dalam pusaran bursa Ketua REI Sulsel bukan tanpa alasan matang. Di mata para pengusaha konstruksi, dinamika kepemimpinan di tubuh asosiasi developer (pengembang) akan berimbas langsung pada detak jantung bisnis mereka.
Amirullah membedah bahwa industri perumahan memiliki mata rantai ( supply chain) yang sangat panjang. Pemainnya tak sekadar pengembang pembeli lahan, melainkan melibatkan kontraktor, penyedia material, tenaga kerja pertukangan, perbankan, hingga regulator pemerintahan.
"Pak Badris kami lihat sebagai sosok yang punya kapasitas mumpuni dalam membangun komunikasi dan kolaborasi. Bagi kami di Gapeksindo, figur penjembatan seperti ini sangat penting. Industri properti itu mustahil bisa berjalan sendiri tanpa topangan kuat dari sektor konstruksi," urai Amirullah secara analitis.
Mengurai Benang Kusut Ekosistem Properti
Tantangan makro ekonomi ke depan diproyeksi tak akan ramah. Amirullah menilai, DPD REI Sulsel membutuhkan nakhoda yang tidak sekadar jago membangun rumah, tetapi lihai mengurai benang kusut birokrasi dan kebijakan.
Permasalahan klasik seperti keruwetan perizinan daerah, macetnya pembiayaan kredit, pembebasan lahan yang berlarut-larut, hingga penyediaan hunian subsidi untuk masyarakat bawah membutuhkan lobi-lobi lintas sektoral yang tangguh.
"Harapan kami, REI Sulsel ke depan tidak sebatas wadah kumpul-kumpul pengembang. Organisasi ini harus menjelma menjadi problem solver atas persoalan dunia usaha. Harus solid memperjuangkan pengusaha, tapi juga tak lupa mengambil bagian dalam penyediaan hunian rakyat di daerah," tegasnya.
Karpet Merah Sinergi Gapeksindo - REI Sulsel
Sebagai bentuk komitmen nyata, Amirullah Nur menegaskan bahwa Gapeksindo Sulsel telah menyiapkan karpet merah kolaborasi jika kelak tongkat komando REI Sulsel resmi berpindah ke tangan Haji Badris.
Sinergi dua asosiasi raksasa ini diyakini mampu memutar roda perekonomian daerah jauh lebih masif. Jika pengembang (REI) dan kontraktor (Gapeksindo) bergerak dalam satu ekosistem yang sehat, efek dominonya akan langsung terasa pada penyerapan tenaga kerja dan perputaran uang di Sulawesi Selatan.
"Rumusnya sederhana: pengembang butuh kontraktor untuk membangun, dan kontraktor butuh proyek dari pengembang agar dapur tetap mengepul. Kalau ini disinergikan dengan baik di bawah kepemimpinan yang adaptif, dampaknya bukan hanya cuan bagi pengusaha, tapi ekonomi Sulsel secara keseluruhan yang akan menang," tutup Amirullah mengunci orasi dukungannya.
Patut dinanti, dengan mengalirnya dukungan lintas sektoral ini, langkah Badris Salam di arena Musda XV DPD REI Sulsel bulan depan tampaknya akan menjadi sebuah pembuktian konsensus dari para pelaku industri.
