Prabowo Turun Tangan! Pusat Kerahkan 8 Water Bombing & 1.200 Personel Jinakkan Karhutla Kubu Raya
Agustus 24, 2026
KUBU RAYA — Kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, kini memicu atensi tingkat tinggi. Tak main-main, pemerintah pusat langsung mengambil alih komando penebalan pasukan pasca-kunjungan langsung Presiden Prabowo Subianto ke lokasi titik api.
Wakil Bupati Kubu Raya, Sukiryanto, mengungkapkan bahwa kehadiran Kepala Negara membawa angin segar bagi upaya mitigasi bencana yang tengah mengepung wilayahnya.
“Presiden memberikan perhatian yang sangat besar. Setelah rapat darurat, kami langsung turun ke titik kebakaran untuk memastikan skenario penanganan berjalan maksimal,” ujar Sukiryanto di Sungai Raya, Sabtu (22/8/2026).
Injeksi Armada dan Strategi "Pengepungan"
Merespons eskalasi api yang kian meluas, Jakarta tidak tinggal diam. Skema penanganan hulu ke hilir langsung dieksekusi. Strategi darat dan udara dipertebal dengan metode "pengepungan" titik api agar tidak merembet ke kawasan permukiman maupun hutan lindung.
Berikut adalah rincian amunisi tambahan dari pemerintah pusat untuk meredam amuk api di Kubu Raya:
• 8 Armada Udara: Empat pesawat water bombing mendarat Sabtu sore, dengan total target delapan unit helikopter untuk bombardir udara.
• 50 Mobil Damkar: Unit pemadam kebakaran tambahan siap menyekat pergerakan api di jalur darat.
• 1.200 Personel Pasukan: Gabungan dari TNI, Polri, dan Manggala Agni dikerahkan sebagai tenaga pendobrak di garis depan.
“Kami sangat terbantu. Dengan tambahan armada dan pasukan yang masif ini, kapasitas tempur kita melawan karhutla melonjak drastis,” tegas Sukiryanto.
Bom Garam di Langit Kalbar
Selain pemadaman konvensional, pemerintah juga memainkan 'kartu truf' lewat Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Skema penyemaian awan (cloud seeding) terus dipacu untuk memancing hujan buatan di langit Kalimantan Barat.
Sukiryanto merinci, hingga saat ini, setidaknya 3.500 ton garam (NaCl) telah disemai di udara.
Melihat proyeksi cuaca yang menunjukkan potensi pertumbuhan awan hujan pada periode 23–27 Agustus 2026, Presiden secara khusus menginstruksikan agar operasi ini dilipatgandakan. Suplai bahan semai tambahan pun sepenuhnya ditanggung oleh APBN.
Di akhir keterangannya, Sukiryanto menekankan bahwa karhutla bukan sekadar urusan pemerintah. "Ini butuh sinergi total. Pusat, daerah, TNI-Polri, relawan, hingga warga harus bersatu. Atas nama warga Kubu Raya, kami berterima kasih atas gerak cepat Presiden," pungkasnya.
